Home Otomotif 3 Hal Perilaku Pemilik Mobil Ini Ternyata Membuat Aki Cepat Rusak

3 Hal Perilaku Pemilik Mobil Ini Ternyata Membuat Aki Cepat Rusak

109
0

Umumnya aki mobil dapat bertahan beberapa tahun hingga kehilangan daya atau rusak dan harus diganti. Sayangnya banyak yang mengabaikan beberapa hal ini sehingga aki lebih cepat rusak dibanding umur yang seharusnya. Berikut rangkuman 3 hal utama yang dapat menyebabkan aki mobil cepat rusak berdasarkan penjelasan dari Sahrudin, Quality Assurance PT Astra Otoparts.

Sahrudin menjelaskan pada prinsipnya setiap jenis aki harus memiliki jumlah carian yang cukup agar tidak terjadi masalah. “Kalau kekurangan air sampai pelat itu muncul di atas permukaan air, itu akan terjadi oksidasi,” jelasnya. Pada saat pelat terkena oksidasi, maka pelat tidak dapat berfungsi.

“Akhirnya apa? Tegangan kita tidak akan dapat, kapasitas tidak akan dapat, akhirnya tidak bisa starter,” terangnya. Sahrudin juga menjelaskan jika pelat sudah teroksidasi, penambahan air pun tidak akan bisa mengembalikan aki ke kondisi semula, sehingga tidak ada pilihan aki harus diganti dengan yang baru. Ketika mobil mati, beberapa komponen kelistrikan akan tetap menggunakan listrik dari aki mobil atau yang disebut dark current.

“Dark current itu dari misalnya ECU, kemudian juga alarm dan lain lain,” terang Sahrudin. Aki yang energinya terus menerus digunakan tanpa diisi kembali dapat menyebabkan sulfatisasi. “Begitu sulfat terbentuk pada pelat itu, kemudian kita tidak kembalikan lagi, terjadi pengerasan,” jelasnya.

Pengerasan atau sulfatiasi akan menyebabkan pelat pada aki tidak dapat berfungsi, dan berujung umur pakai aki yang memendek. Maka dari itu, ia menyarankan untuk selalu rutin menjalankan mobil agar aki mobil dapat secara teratur terisi kembali. Sahrudin menjelaskan, sulfatisasi tidak hanya bisa terjadi pada mobil yang jarang digunakan, namun juga pada mobil yang ditambahkan aksesori secara berlebihan.

Penambahan aksesori misalnya seperti sound system, akan menambah beban daya bagi sistem kelistrikan. Jika tidak diperhitungkan, maka kemampuan alternator dalam menyuplai listrik ke aki bisa menjadi lebih kecil daripada beban daya keseluruhan. “Akhirnya baterai itu tidak pernah diisi, malah dipakai saja,” terangnya.

(Gridoto.com/Dylan Andika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here