Home Nasional Akui senang & Kenal hingga Intip Payudara melalui CCTV FAKTA Pegawai Starbucks...

Akui senang & Kenal hingga Intip Payudara melalui CCTV FAKTA Pegawai Starbucks Lakukan Pelecehan

34
0

Beredar di media sosial sebuah rekaman video yang memperlihatkan tindakan tak senonoh dari dua pegawai gerai kopi Starbucks. Di mana dua pegawai tersebut melakukan aksi pelecehan terhadap seorang pelanggan perempuan. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Rabu (1/7/2020).

Untuk lokasi Starbucks berada di gerai yang berlokasi di pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Utara. Diberitakan , dua pegawai Starbucks yang melakukan pelecehan mengaku mengenali korban. Hal tersebut disampaikan melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Tak hanya itu, satu dari dua pegawai juga mengaku menyukai perempuan yang menjadi korban pelecehan. Bahkan kedua pegawai memiliki nomor ponsel dari korban. Mereka pun menunjukkannya kepada pihak kepolisian sebagai bukti bahwa benar benar mengenali perempuan itu.

"Keterangan awal memang dua pelaku mengenal korban ini." Sebelumnya, aksi pelecehan yang terekam dalam sebuah video viral di media sosial. Video itu diunggah oleh pemilik akun Twitter @LisaAbet.

Nampak seorang pegawai tengah memantau rekaman CCTV yang memperlihatkan suasana gerai. Kemudian satu pegawai lagi meminta agar temannya bisa menunjukkan CCTV di bagian depan. "Yang tadi dong, yang di depan dong," minta sang perekam video.

Setelah memindahkan pemantauan CCTV, sang pegawai langsung memperbesar pengamatan di bagian payudara seorang pelanggan. Terlihat pengunjung tersebut mengenakan pakaian putih. Kemudian terdengar suara tertawa dari kedua pegawai itu.

Diberitakan , Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan pihaknya sudah menangkap dua pegawai Starbucks. Dua pegawai dengan inisial D kan K, diamankan oleh pihak kepolisian pada Kamis (3/7/2020) malam. Ketika diamankan, kedua pegawai Starbucks tidak melakukan perlawanan.

Saat ini, kedua pelaku masih ditangani oleh Polres Jakarta Utara. Dalam proses pemeriksaan, pihak kepolisian tengah melakukan klarifikasi. Kemudian masih digali terkait motif dua pegawai Starbucks melakukan tindak tak terpuji tersebut.

"Malam tadi memang sudah kita amankan ya dua orang." "Masih ditangani Polres Jakarta Utara karena sudah viral di salah satu Starbucks di daerah Sunter," jelas Kombes Pol Yusri Yunus dikutip dari Kompas.com . Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Budi Cahyono mengungkapkan pihaknya akan mengusut kasus pelecehan pegawai gerai kopi Starbucks kepada pelanggan berdasar dengan ketentuan hukum di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (2/7/2020). Kompol Budi membenarkan kejadian pelecehan terhadap seorang pelanggan terjadi. Meski demikian, Kompol Budi menuturkan pihaknya belum menerima laporan dari korban sebagai pihak pelapor.

Sehingga ia masih menunggu kedatangan dari pelapor untuk membuat laporan terkait peristiwa yang sudah ia alami. Pada kesempatan itu, Kompol Budi juga menegaskan pihaknya akan mengusut kasus pelecehan pada pelanggan. Nantinya kasus akan diproses berdasarkan pada hukum yang sesuai dan berlaku di Indonesia.

"Memang kejadian itu benar ada, sampai saat ini kami belum menerima laporan dari pihak pelapor," terang Kompol Budi. "Jadi kami menunggu apabila pelapor hadir atau melaporkan kami akan proses sesuai hukum yang berlaku," tambahnya. Setelah aksi pelecehan seksual terhadap pelanggan viral di media sosial, manajemen Starbucks langsung mengambil sikap tegas.

Dilansir oleh , pihak manajemen Starbucks telah memecat dua pegawainya itu. Andrea menyebutkan, aksi dua pegawainya tidak bisa ditoleransi. Ia pun memastikan apabila oknum yang melakukan pelecehan terhadap pelanggan sudah tidak bekerja di Starbucks.

Menurutnya, sikap dua pegawai Starbucks itu memang harus ditindak dengan serius. Karena perilaku tersebut justru mengganggu pihak manajemen Starbucks. "Kami PT Sari Coffee Indonesia merasa sangat tidak nyaman setelah mengetahui adanya insiden di dalam area gerai kami yang harus disikapi secara serius," lanjutnya.

Andrea melanjutkan tindakan pelecehan pada pelanggan sudah melanggar norma yang dianut oleh manajemen Starbucks. Di mana pihak manajemen selalu menerapkan standar yang tinggi dalam melayani pelanggan di gerai mereka. Sehingga para pelanggan dapat merasa nyaman dan aman ketika berkunjung ke Starbucks.

Andrea pun memastikan kejadian yang sama tidak akan terulang lagi di kemudian hari. "Kami telah menindaklanjuti dan memastikan hal ini tidak akan terulang kembali," imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here