Home Metropolitan Diskusi Warung Kopi Debat Panas dengan Ferdinand Hutahaean soal Anies Geisz Chalifah...

Diskusi Warung Kopi Debat Panas dengan Ferdinand Hutahaean soal Anies Geisz Chalifah Sindir Etika

56
0

Politis Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean dan Aktivis Sosial Geisz Chalifah berdebat soal kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menangani banjir. Awalnya, Ferdinand mempertanyakan cara Anies mengelola Jakarta. Sementara itu Geisz yang berusaha menjelaskan kinerja Anies tampak kesal lantaran komentarnya terus dipotong oleh Ferdinand.

Ketika diminta pembawa acara Tysa Novenny mengomentari pendapat Ferdinand, Geisz menyebut harusnya pemimpin dinilai dari berapa janji yang ditepati. Setelah mengamati ada berapa janji kampanye yang ditepati, menurut Geisz, barulah bisa berkomentar tentang pengelolaan. "Ferdinand mengatakan cara Anies me manage Jakarta," ujar Geisz.

"Saya ingin mengatakan, seorang pemimpin, yang dilihat itu janjinya, dia tepati atau tidak janjinya, ada berapa janji? Ada berapa yang sudah ditepati? Baru kita lihat bagaimana dia me manage, " ujarnya. Geisz mengklaim Anies memiliki 23 janji kampanye yang mana sudah ditepati 20. "23 janji kampanye Anies, dalam 2 tahun, 20 sudah yang dia tepati," ujar Geisz.

"Apaan itu?" sahut Ferdinand. "Perlu saya sebutin satu satu? Saya bacain ya. KJP Plus sudah berjalan," kata Geisz yang kembali dipotong Ferdinand. "Ah, itu kan cuma mainin anggaran. Ini rakyat butuh diurus!" seru Ferdinand.

"Sebentar, jangan potong pembicaraan," cegah Geisz tampak kesal. "Jangan cuma yang bagi bagi duit," sambung Ferdinand. Sikap Ferdinand yang terus memotong omongan pun membuat Geisz mempertanyakan etikanya.

"Sebentar, saya akan katakan, ada etika kan. Anda bertanya, saya menjawab," tegas Geisz. Geisz menyebut janji Anies yang terkait pencegahan banjir adalah instruksinya pada gedung gedung. "Yang terkait dengan banjir, dari 20 janji yang terkait dengan banjir?" ucap Tysa agar Geisz langsung pada poin soal banjir.

"Seluruh gedung di Jakarta diinstruksikan harus menggunakan sumur resapan," kata Geisz. "Sudah jalan belum?" potong Ferdinand lagi. "Sudah. Pakai buka data saja, tinggi permukaan tanah Jakarta sudah lebih baik dari sebelumnya, buka data, datanya ada," klaim Geisz.

Pernyataan Geisz soal tinggi permukaan tanah kembali memancing komentar Ferdinand serta Politisi NasDem Irma Suryani Chaniago. "Maksudnya permukaan dataran tanah Jakarta naik lagi? Waduh," ledek Ferdinand. "Kok banjirnya semakin meluas?" timpal Irma Suryani.

"Sebentar, makanya jangan main potong. Jadi (Anies) instruksikan, bahwa setiap gedung harus memiliki sumur resapan, itu sudah berjalan," terang Geisz. "Apa yang lebih baik? Air air laut yang menggerogoti itu sudah jauh berkurang," paparnya. "Kok banjirnya semakin tinggi?" protes Ferdinand.

"Sebentar. Banjir semakin tinggi itu asumsi," jawab Geisz. "Kok asumsi? Fakta itu!" tegas Ferdinand. Sikap Ferdinand lagi lagi membuat Geisz kesal hingga menyebut debat itu seperti sebuah diskusi di warung kopi yang tak ada aturan.

"Saya lagi jawab ini. Kalau mau diskusi di warung kopi silakan, saya tidak siap untuk itu," kata Geisz. Geisz akhirnya menjelaskan dari data yang ia miliki bahwa dampak banjir banyak berkurang dibandingkan tahun 2015 lalu. "Faktanya, banjir 2015 itu 702 RW tergenang, banjir di 2020, 390 (RW) tergenang. Hampir setengahnya," terang Geisz.

"Banjir di 2015, 7 hari, banjir di zaman Anies 4 hari selesai. Itu fakta, data, bukan presepsi yang kita buat," ucapnya. "Iya betul," sahut Ferdinand yang setuju dengan pendapat Geisz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here