Home Metropolitan Seorang Penumpang KRL Jadi Korban Pelecehan saat Pulang Kerja

Seorang Penumpang KRL Jadi Korban Pelecehan saat Pulang Kerja

77
0

Seorang perempuan berinisial AM (24) mengaku jadi korban pelecehan seksual ketika menumpang kereta rel listrik (KRL), Jumat (25/10/2019) sore ketika dirinya pulang kerja menuju Bekasi. Kepada Kompas.com, AM membeberkan ciri ciri pelaku. Ia mengaku masih ingat perawakannya, termasuk aksesoris yang dikenakan pelaku waktu itu.

Sayang, ia tak sempat mengambil gambar tampang pelaku. "Enggak muda. Dia sudah bapak bapak," ujar AM kepada Kompas.com, Senin (28/10/2019) pagi. "Sebenarnya agak kurang jelas saya lihat mukanya, karena saya kan di depan dia (pelaku). Saya cuma bisa lihat dari pantulan layar ponsel saja," ia menambahkan.

Mulanya, AM tak begitu menaruh curiga bahwa pria ini akan melecehkannya secara seksual. AM menduga, pelaku akan mencuri ponselnya karena sejak awal kerap memperhatikan ponselnya. Gusar, AM pun memasukkan ponsel ke dalam tas.

Namun, ketika KRL tertahan di antara Stasiun Manggarai Jatinegara, ia baru menyadari bahwa ia dilecehkan dari belakang. Ia pun berbalik arah dan menghardik pelaku. "Yang jelas dia itu pakai topi hitam, hampir tutupin matanya, (topinya) agak turun gitu. Dia pakai kemeja kuning lengan pendek sama tas kecil selempang depan," jelas AM.

AM belum berpikir akan melaporkan kasus ini secara resmi pada PT Kereta Commuter Indonesia maupun kepolisian, lantaran minim barang bukti. "Aku sejauh ini cuma mention (via Twitter) sih, cuma belum ada tanggapan. Pas saya setelah turun kereta, saya masih shock dan saya pengin cari satpam tapi agak sulit karena ramai. Saya pengin cepat pulang saja, saya lapor via Twitter," pungkasnya. AM telah menyuarakan hal itu lewat sebuah cerita pengakuan yang ia unggah di akun media sosialnya, Sabtu

Kepada Kompas.com, AM membeberkan kronologi peristiwa kejahatan seksual yang menimpanya di kereta bernomor KA 1408 itu. "Keretanya itu sempat ketahan di antara Stasiun Manggarai ke Jatinegara dan itu posisi kereta agak miring ke kanan. Itu jadi kesempatan dia agak maju ke arah saya, mungkin dia ngerasa ada kesempatan di situ," imbuhnya. AM mulai merasa dilecehkan ketika posisi kereta kembali stabil.

Logikanya, pelaku menjauh dan tubuhnya tak lagi menempel pada tubuh AM. Namun, yang terjadi sebaliknya. AM menegur pria itu.

"Badannya masih tetap condong ke saya dan maaf ya, bagian bawahnya kaya agak maju belakang maju belakang gitu. Jadi saya makin curiga, ini orang kenapa gesek gesekin itunya (kemaluan). Makanya saya langsung berani speak up, langsung berani tuduh kalau dia ngelecehin saya," ucap AM. Dihardik korbannya, terduga pelaku pelecehan tersebut ciut. AM mengatakan, pria itu bergegas turun di Stasiun Klender, satu stasiun setelah Stasiun Jatinegara.

Sayangnya, AM tak sempat mengambil gampar tampang terduga pelaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here