Home Metropolitan Simak Aturan Lengkap Berkendara & Ojol Dilarang Angkut Penumpang Saat PSBB RESMI...

Simak Aturan Lengkap Berkendara & Ojol Dilarang Angkut Penumpang Saat PSBB RESMI Berlaku Hari Ini

37
0

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai resmi berlaku pada Jumat (10/4/2020). Diberlakukannya PSBB di Jakarta, Anies Baswedan mengingatkan warganya agar tak ada kerumunan di atas lima orang. "Ada satu catatan penting yang perlu diketahui semua, bahwa saat PSBB ini dilaksanakan maka tidak diizinkan ada kerumunan di atas 5 orang di seluruh Jakarta," ucap Anies Baswedan.

Ia menegaskan, kegiatan kegiatan di luar ruangan maksimal 5 orang dan di atas 5 orang tidak diizinkan. Jika masih ada kegiatan di luar ruang diikuti 5 orang lebih makan akan ditindak tegas. Adapun pelaksanaan PSBB tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 dan diturunkan secara rinci di Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

Berdasarkan aturan tersebut, berbagai kegiatan harus mengalami penyesuaian, misalnya tentang pola berkendara dan operasional transportasi massal. Berikut beberapa hal penting yang patut diketahui dari PSBB: Di dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020, pelaksanaan PSBB akan berlaku selama 14 hari sejak disetujui oleh Menkes.

Berdasarkan pernyataan Gubernur Anies yang menyebut PSBB mulai diterapkan pada Jumat (10/4/2020), maka pembatasan akan berlangsung hingga 24 April 2020. Kendati demikian, penerapan PSBB masih bisa diperpanjang bila ditemukan penurunan pandemik virus corona belum signifikan. Secara detail, pada transportasi umum di Ibu Kota, Pemprov DKI Jakarta akan membatasi jam operasional dan jumlah penumpang hingga 50 persen.

Untuk itu, sepeda motor diimbau tidak untuk penumpang atau satu motor hanya terdiri dari satu orang. Hal ini juga berlaku untuk transportasi pribadi. Sementara pada kendaraan roda empat, tidak boleh lagi mengangkut lima sampai tujuh penumpang, tergantung pada jenis mobilnya (tidak boleh diisi kapasitas penuh). Polda Metro Jaya memastikan tidak ada penutupan jalan saat PSBB berlangsung di DKI Jakarta, begitu pula akses keluar masuknya.

"Sejauh ini, pembatasan moda transportasi adalah tidak ada penutupan dan pengalihan arus jalan baik akses masuk maupun keluar Jakarta," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. Hal serupa dinyatakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dikonfirmasi pada kesempatan terpisah. Menurutnya, menjaga jarak dengan pembatasan kapasitas di kendaraan merupakan pilihan terbaik.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tetap menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2020 selama penerapan PSBB di DKI Jakarta. Operasi dilaksanakan hingga 19 April 2020. Penertiban ini bertujuan untuk menghindari perkumpulan orang dalam upaya mencegah kemungkinan penyebaran virus corona alias Covid 19 semakin meluas dan tertib berlalu lintas. Namun, pada operasi yang menyasar pangkalan ojek online, ojek pangkalan, terminal, pangkalan taksi, dan sejenisnya ini, kepolisian tidak melakukan penindakkan hukum.

"Penindakan pelanggaran lalu lintas dikurangi, lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. Kegiatan preemtif dilakukan dengan sosialisasi pencegahan virus Covid 19 dan PSBB," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (9/4/2020). Selama pemberlakuan PSBB di Jakarta, ojek online (ojol) dilarang mengangkut penumpang selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengumumkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33/2020 tentang Pelaksanaan PSBB Dalam Penanganan Covid 19 di DKI Jakarta.

Anies Baswedan mengatakan, pihaknya telah berusaha berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar ojol diperbolehkan mengangkut penumpang. Namun, usulan Anies ini ditolak oleh pelaksana tugas (Plt) Kemenhub Luhut Binsar Panjaitan. "Kemarin dalam pembicaraan dengan Kemenhub, kita berpandangan untuk bisa diizinkan," imbuh Anies Baswedan pada Kamis (9/4/2020).

Ia pun menyebut, Luhut menolak usulan tersebut lantaran menganggap hal tersebut tak sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9/2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid 19. Dalam Permenkes Nomor 9/2020 itu disebutkan batasan bahwa layanan jasa roda dua berbasis aplikasi hanya diperbolehkan mengangkut barang. "Pergub merujuk pada Permenkes sehingga ojol boleh mengantarkan barang, tapi bukan orang," aku Anies Baswedan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun mengatakan, bila nantinya ada perubahan dalam Permenkes tersebut, pihaknya bakal langsung kembali menyesuaikan isi Pergub 33/2020 yang mengatur PSBB di Jakarta. "Kalau ada perubahan (Permenkes), kita akan menyesuaikan dalam Pergub ini," kata Anies. Kendaraan niaga masih tetap beroperasi selama PSBB, terutama khusus di bidang logistik atau angkutan barang. Hal ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa mendapat pasokkan kebutuhan sehari hari secara normal.

Berikut daftar angkutan barang yang bisa beroperasi ialah; 1) Angkutan truk barang untuk kebutuhan medis, kesehatan, dan sanitasi 2) Angkutan barang untuk keperluan bahan pokok

3) Angkutan untuk makanan dan minuman, termasuk barang seperti sayur sayuran dan buah buahan yang perlu distribusi ke pasar dan supermarket 4) Angkutan untuk pengedaran uang 5) Angkutan BBM/BBG

6) Angkutan truk barang keperluan distribusi bahan baku industri manufaktur dan assembling 7) Angkutan truk barang untuk keperluan ekspor dan impor 8) Angkutan truk barang dan bus untuk keperluan distribusi barang kiriman (kurir servis, titipan kilat, dan sejenisnya)

9) Angkutan bus jemputan karyawan industri manufaktur dan assembling 10. Angkutan kapal penyeberangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyatakan warga Jakarta dilarang bepergian menggunakan kendaraan. Kecuali, untuk membeli kebutuhan pokok.

"Jadi, secara prinsip adalah dilarang bepergian menggunakan kendaraan, kecuali untuk memenuhi kebutuhan pokok," kata Anies, saat konferensi pers, dilansir dari video streaming Youtube Pemprov DKI, malam ini. Dia melanjutkan, ada batas maksimal penumpang jika warga DKI yang keluar rumah mengendarai kendaraan roda empat. "Selalu ada batas maksimalnya bahwa dalam satu kendaraan roda empat atau lebih, jumlah penumpang yang bisa naik bersamaan adalah 50 persen dari kapasitas kursinya," tutur Anies.

"Jadi, bila jumlah kursi bisa untuk 6 orang, maka maksimal 3 orang, dan semua harus menggunakan masker," sambungnya. Anies menegaskan, warga DKI Jakarta yang keluar rumah harus menggunakan masker.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here