Home Regional Teddy Ditembak Saat Berusaha Merebut Senjata olisi Lima Bulan Jadi Buronan Pembunuhan

Teddy Ditembak Saat Berusaha Merebut Senjata olisi Lima Bulan Jadi Buronan Pembunuhan

33
0

Lima bulan menjadi buronan Tim Resmob dan Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, Teddy Chaniago (22) tersangka pembunuhan akhirnya tertangkap. Pria warga Jalan Rawa Cangkuk I Gang, Kecamatan Medan Denai, ini dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian kakinya, karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap. Teddy merupakan salah satu pelaku pembunuhan Husnul Nasution (47) warga Jalan Rawa Denai, Kecamatan Medan Denai.

Kakaknya yang juga pelaku utama pembunuhan telah tertangkap lebih dahulu oleh polisi. Terkait penangkapan tersebut, Dansat Brimob Polda Sumut melalui Personel Sat Brimob Polda Sumut BKO Resmob Subdit III Jahtanras Direskrimum Polda Sumut, Ipda Sumarno Tampubolon mengatakan bahwa pelaku berhasil diamankan di Jalan Padangsidimpiun Sibolga, tepatnya di Desa Palopat Maria, Padangsidimpuan, Kamis (30/4/2020) pukul 12.30 WIB kemarin. Sebelumnya, Tim Resmob dan Unit I Opsnal Jahtanras Polda Sumut mendapat informasi bahwa pelaku pembunuhan Teddy Chaniago terlihat di seputaran Kota Padangsidimpuan.

Setelah mendapat informasi tersebut, petugas pun bergerak ke Kota Padangsidimpuan, pada Rabu (29/4/2020) untuk mencari pelaku. "Saat pencarian dilakukan, pelaku terlihat sedang duduk di bengkel sepeda motor yang merupakan bengkel pamannya. Lalu tim melakukan upaya penangkapan sambil menunjukkan Surat Perintah Tugas dan Surat DPO pelaku kepada pamannya. Akan tetapi pelaku berontak dan berupaya melepaskan diri," jelasnya, Jumat (1/5/2020). Untuk melanjutkan proses hukum, pelaku pun diboyong ke Medan untuk melakukan pencarian barang bukti berupa gunting dan pakaian pelaku yang dibuangnya di pinggir sungai Denai di areal Pekuburan JalanTuba IV Perjuangan, Medan Denai.

Namun saat proses pencarian, pelaku kembali berontak dengan menendang dan mendorong petugas yang memegangnya sampai terjatuh, sambil berupaya merebut senjata polisi. Melihat aksi nekat pelaku, personel yang tengah melakukan pengembangan atas kasus tersebut langsung melepaskan tembakan peringatan tiga kali ke udara untuk menghentikan upayanya sembari memerintahkannya untuk diam dan tiarap. Bukannya mengindahkan imbauan petugas, pelaku terus berupaya melakukan perlawanan sehingga kemudian diambil tindakan tegas dan terukur, dengan mengarahkan tembakan ke kaki pelaku.

"Setelah itu pelaku langsung kami boyong ke RS Bahayangkara untuk dilakukan perawatan. Usai dari sana langsung dibawa ke Mako Ditreskrimum Polda Sumut," katanya. Dalam keterangan hasil interogasi yang dilakukan petugas kepolisian, lanjut Sumarno, pelaku menuturkan kronologi pembunuhan terhadap Husnul Nasution. Sebelum bertemu korban, dari rumah pelaku telah membawa sebilah gunting.

Kemudian saat bertemu korban di depan warung kopi, Jalan Perjuangan Gang Arab, Medan Denai, yang baru turun dari mobil, pelaku meminta uang untuk membeli rokok. Tak berapa lama berselang, datang abang pelaku bernama Wanda (sudah ditangkap Polsek Medan Area) memanggil korban. "Karena merasa tersinggung dipanggil nama, korban pun marah dan menampar Wanda. Sehingga pelaku langsung mendorong dan mencekik leher korban. Sedangkan Wanda yang sudah memegang sebilah pisau langsung menikamkannya ke bagian ketiak korban," jelasnya.

Pelaku pun mengambil gunting dari saku celananya dan menikamkan ke bagian badan sebelah kiri korban. Korban akhirnya tewas bersimbah darah. Sementara pelaku dan abangnya langsung melarikan diri meninggalkan lokasi kejadian.

"Saat kabur pelaku sempat pulang ke rumah untuk ganti pakaian dan membuang barang bukti di pinggir Sungai Denai. Dengan menumpang truk, pelaku melarikan diri ke Padangsidimpuan," ucapnya. Dalam kasus tersebut, Sumarno menambahkan, pelaku sendiri pernah mendekam di Lapas Tanjung Gusta terkait kasus pencurian rumah. Ia bebas pada Juni lalu. "Dalam kasus ini, kami juga berhasil mengamankan barang bukti satu buah gunting bedah yang digunakan pelaku," pungkasnya.

(Muhammad Fadli Taradifa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here