Home Metropolitan Untuk Modal Nikah hingga Terinspirasi Reality Show Fakta Polisi Gadungan Peras &...

Untuk Modal Nikah hingga Terinspirasi Reality Show Fakta Polisi Gadungan Peras & Perkosa Korban

47
0

MYA (25) pelaku polisi gadungan akhirnya mengakui perbuatannya tersebut. MYA mengakui dirinya berpura pura menjadi polisi gadungan untuk memeras serta memperkosa seorang wanita, berinisial AS. Dalam konfrensi pers MYA mengakui atas perbuatan bejadnya itu.

Dikutip dari , Kapolsek Pesanggrahan Kompol Rosiana Nur Widajati membeberkan kronologi kejadian. Awal mulanya, MYA berkenalan dengan seorang perempuan melalui aplikasi media sosial. Korban pun termakan bujuk rayu MYA dan ingin diajak berkencan.

Hubungan keduanya semakin intim dan berujung ajakan MYA untuk "check in" di salah satu hotel di Cipulir, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020). Saat keduanya sudah memasuki kamar, tersangka langsung mengaku ngaku sebagai polisi. Dia pun mengeluarkan lencana palsu dan borgol untuk meyakinkan korban.

"Dia mengaku ngaku sebagai seorang polisi yang melakukan penyamaran untuk menangkap korban. Pelaku menuduh korban sebagai wanita panggilan," kata Rosiana. Selain mengaku sebagai polisi, MYA juga sempat memeras korbannnya. Tersangka meminta uang sebesar Rp 1,8 juta jika korban tidak ingin ditangkap.

Akan tetapi, pada saat itu korban mengaku tidak memiliki uang sebesar itu. "Lalu pelaku meminta uang yang korban miliki, korban hanya punya uang Rp 500 ribu," tutur Rosiana. Setelah meminta sejumlah uang, MYA lantas memeperkosa korban.

"Pelaku minta korban untuk melayani berhubungan seks," kata Rosiana. Pemerkosaan itu dilakukan setelah pelaku di salah satu hotel di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. "Setelah korban melakukan hubungan seks, pelaku pergi dengan membawa uang dan langsung meninggalkan hotel," lanjutnya.

MYA juga menungkapkan alasannya melakukan tindak tersebut. Dirinya mengakui tindakan tersebut dilakukan untuk mencukupi kekurangan biaya nikah. Pasalnya ia akan melangsungkan pernikahan pada 23 Maret 2020, namun biayanya masih kurang.

"Untuk modal nikah, karena dia sebentar lagi berencana untuk menikahi calonnya. Karena kekurangan uang, dia melakukan pemerasan," kata Rosiana. Dalam konfresi pers tersebutKanit Reskrim Polsek Pesanggrahan, Iptu Fajrul Choir, menanyakan kepada MYA atas dasar apa tersangka melakukan hal tersebut. MYA mengakui jika ia terinspirasi dari salah satu acara TV.

"Anda terinspirasi dari mana?" tanya Iptu Fajrul, Rabu (11/3/2020) yang dikutip dari . "Nonton film," jawab MYA singkat. "Film apa?" tanya Fajrul Choir.

Dengan jujur, dia menjawab sering menonton film reality show soal kepolisian. Meski begitu, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi gadungan itu dijerat Pasal 368 KUHP Jo Pasal 285 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here